rematik dan cara mengobatinya

REMATIK DAN CARA MENGOBATINYA

Diposting pada
Rematik merupakan salah satu penyakit yang menyerang sendi seseorang dan begitu menyita perhatian banyak orang.
Dalam dunia medis penyakit ini kita kenal  sebagai rheumatoid arthritis yaitu sebuah kondisi saat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendiri.
Akibatnya, sendri terasa nyeri luar biasa, kaku dan bisa rusak permanen bila kita tidak tangani ekstra serius.

Sebab  rematik muncul

Rematik berbeda dari nyeri asam urat  karena sumber masalahnya berasal sistem imun tubuh yang gagal mendeteksi jaringannya sendiri. Sedangkan asam urat, sumber masalahnya berasal dari penumpukan purin dalam pembuluh darah.
Kegagalan mendeteksi jaringan itu membuat munculnya peradangan pada sendiri sehingga terlihat membengkak, terasa nyeri hingga susah untuk berjalan. Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko terpapar, antara lain
  1. Jenis kelamin : kaum wanita tiga kali  lebih beresiko terkena  di banding laki-laki (study , M. Gersosa dkk, rhematoid arthritis: a female challenge, 2010. national library medicine)
  2. Usia : Penyakit ini paling sering muncul pada usia 40 hingga 60 tahun
  3. Genetik: diturunkan dari jalur orang tua yang terkena penyakit yang sama

Gejala-gejala gangguan sendi

Rematik bisa menyerang hampir semua sendiri tubuh manusia, mulai dari bagian pergelangan tangan, lutut hingga jari-jari kaki. Gejala rematik bisa saja berbeda pada setiap orang, namun secara umum tanda-tandanya adalah sebagai berikut :

1. Sendi kaku saat pagi hari

Penderita rematik sering merasa sendiri kaku bak robot saat bangun tidur. Kekakuan ini bisa bertahan lama dan terasa lebih parah dibandingkan osteoartritis biasa.

2. Sendi membengkak dan nyeri

Sendi yang terpapar rematik, biasanya terasa hangat, nyeri dan lembek saat coba kita sentuh

3. Munculnya benjolan

Sekitar 20% penderita rematik mengalami benjolan kecil di bawah kulit terutama di sekitar  area sendri. Benjolan ini biasanya bertahan lama, sepanjang penyakit ini masih bersarang dalam tubuh.

4. Penumpukan cairan sendi

Pada beberapa kasus, cairan menumpuk di belakang lutut dan membentuk kista baker yang terasa seperti tumor kecil.

5. Kesemutan atau mati rasa

Rematik juga bisa berefek menimbulkan saraf terjepit akibat pembengkakan tendon, sehingga terjadi sensasi kesemutan  pada bagian tangan dan kaki.

Diagnosis gangguan persendian

Mula-mula penyakit ini sulit terdeteksi gejalanya karena mirip sekali dengan penyakit sendi lainnya (baca asam urat).

Dokter biasanya melakukan deteksi awal dengan menelusuri jejak riwayat kesehatan pasien. Bila belum juga terdeteksi, berlanjut ke tes x-ray, tes darah seperti faktor rheumtoid atau analisis cairan sendi.

Baca Juga  KANKER DAN POLA MAKAN SEHAT

Dari beragam tes tadi maka akan muncul sebuah hasil yang mengungkap biang kerok sendi yang nyeri dan membengkak.

Pengobatan rematik : dari obat hingga meja operasi

Hingga kini, belum ada obat yang benar-benar bisa menjadi  pil ajaib buat menyembuhkan rematik seketika. Yang tersedia di pasaran cuma obat buat mengurangi peradangan, nyeri dan meminimalisir kerusakan sendi-sendi tubuh.

Adapun beberapa obat itu meliputi :

1. NSAID (nonsteroidal anti inflammatory drugs)

Jenisnya seperti ibuprofen dan naproxen yang punya fungsi meredakan neri serta peradangan.

2. Steroid (kortikosteroid)

Berfungsi mengontrol peradangan sendi dengan cepat namun obat ini penggunaannya perlu pengawasan dokter.

3. DMARDs (Disease Modifying Anti Rhematic Drugs)

Jenisnya seperti methotrexate dan hydroxyxhloroquine, yang membantu mencegah kerusakan sendi secara permanen.

4. Terapi biologis dan imunosupresan

Obat ini bekerja pada sistem imun manusia sehingga akan menghambat aktivitas pemicu penyakit rematik. Dalam kejadian kasus rematik berat, naik ke meja operasi menjadi pilihan para dokter. Hal ini dilakukan untuk tujuan mengganti sendi secara total atau fusi sendi guna menstabilkan sendi yang rusak.

Gaya hidup sehat penderita rematik

Selain pengobatan medis, penderita  sangat disarankan menjalan pola hidup sehat, seperti :

  1. Melakukan olahraga ringan secara rutin buat menjaga kelenturan sendi
  2. Menerapkan pola makan anti inflamasi (tinggi sayur, buah)
  3. Cukup istirahat dan mengelola stress secara baik

Namun bagi yang sudah terlanjur terkena penyakit ini, saya anjurkan segera konsultasi dengan dokter spesialis reumatologi agar mendapat terapi.

Intinya, rematik bukan sekedar penyakit biasa namun cukup kompleks karena melibatkan sistem kekebalan tubuh manusia.

share
saya seorang penulis profesional yang senang membahas banyak hal dengan tujuan memberi manfaat bagi orang lain