cara menghapal cepat dan efektif menurut dokter ahli otak

Cara Menghapal Cepat Menurut Dokter Ahli Otak

Diposting pada
Cara menghafal yang baik merupakan sebuah keterampilan yang banyak orang sangat tidak suka karena katanya bikin sakit kepala saja. Bagi seorang berstatus pelajar keterampilan ini  akan membutuhkan daya ingat kuat sehingga bisa memahami pelajaran.
Sedangkan lain halnya bagi  pekerja membutuhkannya agar mereka tetap produktif dan fokus dalam bekerja. Namun pada kenyataannya, banyak orang merasa sudah belajar lama tetapi tetap mudah lupa bak ibarat pasir tersapu ombak laut.
Menurut pandangan beberapa para  dokter dan peneliti otak (neurosains), masalah mudah lupa tersebut bukan karena mereka kurang pintar, tetapi cara belajarnya yang kurang sesuai dengan cara kerja otak. Lalu, bagaimana cara menghafal yang cepat, mudah itu ?

Otak Tidak Dirancang untuk Menghafal Secara Paksa

Dr. John Medina, seorang ahli biologi molekuler dan penulis buku Brain Rules, beliau menjelaskan bahwa otak manusia rancangannya tidak untuk menyerap informasi mentah dalam jumlah besar sekaligus.
Maksudnya bahwa otak  kita ini ada keterbatasan dalam menyimpan informasi apapun dalam kapasistas besar. Menurutnya otak manusia bekerja lebih baik ketika informasi:
  1. Disajikan bertahap
  2. Memiliki makna
  3. Diulang dengan cara yang bervariasi

Inilah alasannya  mengapa menghafal tanpa ada strategi sering kali gagal, alias mudah lupa. Berdasar pengalaman pribadi melatih  anak saya untuk menghapal al-quran, dalam prakteknya ayat-ayat al-quran saya berikan secara bertahap, sedikit demi sedikit  dan diulang hingga 5 kali.  Saat anak saya sudah hapal baru saya pindah ke ayat  ayat lainnya.

Hal  yang hampir sama berlaku untuk sebuah pelajaran, namun dengan sedikit penekanan atau fokus pada hal-hal sebagai berikut :

Cara menghapal yang efektif

1. Catat Kata Kunci dan Poin Penting

Point pertama merujuk pada hasil penelitian Dr. Virginia Berninger dari University of Washington, yang telah terpublikasikan dalam Journal of Learning Disabilities. Beliau mengungkap fakta bahwa menulis tangan mengaktifkan lebih banyak area otak yang berhubungan dengan memori dan pemahaman.  Oleh sebab itu, beliau merekomendasikan 2 hal penting yaitu

  • Catat kata kunci penting, bukan seluruh kalimat
  • Gunakan warna berbeda untuk tiap kata yang  penting

2. Ulangi dengan Jeda Waktu (Spaced Repetition)

Psikolog Dr. Hermann Ebbinghaus dalam bukunya Memory: A Contribution to Experimental Psychology menemukan konsep forgetting curve. Maksudnya ada kecenderungan otak manusia itu melupakan informasi jika tidak diulang.

Nah untuk solusinya bagi seorang pelajar  cuma 2, yaitu  baca ulang catatan secara rutin, dan hindari memaksa menghapal semalamam.

3. Gunakan Metode Tanya Jawab (Active Recall)

Menurut Dr. Henry L. Roediger III  dari Washington University in St. Louis, metode active recall jauh lebih efektif daripada membaca ulang pasif. Penelitian beliau  tentang Test-Enhanced Learning yang sudah terpublikasikan dalam jurnal Psychological Science,  membuktikan bahwa menjawab pertanyaan memperkuat memori jangka panjang.

4. Menghafal Bersama dan Berdiskusi

Seorang tokoh psikologi Dr. Lev Vygotsky, melalui bukunya Mind in Society (Harvard University Press), menegaskan bahwa proses belajar secara bersama akan membantu pemahaman seseorang lebih mendalam.

Oleh karena itu sangat dianjurkan bagi seorang pelajar kegiatan belajar dan diskusi  bersama sering mereka lakukan. Musababnya proses belajar bersama itu  akan memicu emosi positif dan membantu otak memproses ulang informasi.

5. Gunakan Teknik Jembatan Keledai

Pemenang Nobel Dr. Eric Kandel menjelaskan bahwa memori terbentuk melalui penguatan koneksi sinapsis, terutama ketika informasi itu berkaitan dengan asosiasi unik.

Penjelasannya ini termuat dalam jurnal Science dan Nature dan dalam buku Principles of Neural Science.

Contoh konkritnya, seperti ketika kita hendak menghapal 16 digit voucher pulsa. Cek 16 nomor digit itu, adakah angka berurutan atau angka yang bersinggungan dengan kelahiran diri sendiri.

Setelah ketemu lihat angka berikutnya apakah hasil tambah atau pengurangan dari angka sebelumnya. Cara menghapal seperti ini sering saya praktekan khususnya ketika mengingat angka yang lumayan panjang  tanpa sekalipun mencatat.

6. Fokus Satu Materi dalam Satu Waktu

Dr. Earl K. Miller profesor neurosains dari MIT, dalam penelitiannya di jurnal PNAS, menegaskan bahwa multitasking menurunkan kinerja memori.  Beliau membeberkan fakta bahwa otak manusia bekerja paling optimal saat cuma ada satu materi.

7. Ubah Materi Menjadi Cerita

Menurut Dr. Uri Hasson dari Princeton University, sebuah cerita mampu mengaktifkan banyak area otak sekaligus. Penelitiannya tentang neural coupling yang terpublikasikan dalam jurnal Neuron  menunjukkan bahwa storytelling akan lebih mudah orang pahami dan ingat.  Apalagi jika cerita itu cukup menghibur, maka dengan sekali dengar saja akan langsung bisa kita ingat selamanya.

8. Gunakan Visualisasi

Visualisasi merupakan sebuah gambar yang bisa kita lihat secara langsung entah itu berbentuk tulisan atau gambar. Menurut teori Dual Coding dari Dr. Allan Paivio, yang beliau publikasikan dalam buku Mental Representations, menyatakan bahwa otak manusia menyimpan informasi visual dan verbal secara terpisah. Jadi menggabungkan teks dan gambar akan memperkuat  memori manusia .

9. Konsumsi Makanan Bergizi untuk Otak

Ahli neurosains Dr. Lisa Mosconi dalam bukunya Brain Food (Weill Cornell Medical College) menjelaskan bahwa nutrisi punya peran besar dalam fungsi memori manusia. Oleh karena itu selalu konsumsi makanan yang mendukung daya ingat, semisal Buah dan sayur,  Ikan berlemak,  Kacang-kacangan.

10. Tidur dan Istirahat yang Cukup

Dr. Matthew Walker, profesor neurosains dari University of California, Berkeley, dalam bukunya Why We Sleep, menjelaskan bahwa tidur sangat penting dalam proses konsolidasi memori.

Lebih lanjut beliau ungkapkan tanpa tidur yang cukup (minimal 8 jam) otak manusia sulit  menyimpan informasi itu ke memori jangka panjang.

Kesimpulan

Menghafal dengan cepat dan efektif bukan soal bakat, bukan juga soal pintar atau bodoh melainkan soal memahami cara kerja otak. Penelitian para ahli otak membuktikan bahwa strategi yang tepat, pola belajar sehat, nutrisi seimbang, dan istirahat cukup adalah kunci utama agar kita memiliki daya ingat yang kuat.

Dengan menerapkan metode di atas secara konsisten, kemampuan menghafal dapat meningkat secara signifikan dan bertahan lama.

share
Sofyanto adalah peneliti independen yang aktif menulis sebagai penulis lepas. Ia secara rutin mengulas topik keuangan pribadi, ekonomi dan bisnis, pertanian, pendidikan, kesehatan, teknologi serta hukum dari sudut pandang praktis dan observasional. Tulisan-tulisannya berangkat dari pengamatan terhadap pola keuangan sehari-hari, literasi publik, serta pengalaman membaca dan merangkum berbagai sumber tepercaya. Ia menulis dengan pendekatan kontekstual dan rasional, dengan tujuan membantu pembaca memahami isu keuangan secara lebih jernih dan relevan dengan kehidupan nyata.