Otak Tidak Dirancang untuk Menghafal Secara Paksa
- Disajikan bertahap
- Memiliki makna
- Diulang dengan cara yang bervariasi
Inilah alasannya mengapa menghafal tanpa ada strategi sering kali gagal, alias mudah lupa. Berdasar pengalaman pribadi melatih anak saya untuk menghapal al-quran, dalam prakteknya ayat-ayat al-quran saya berikan secara bertahap, sedikit demi sedikit dan diulang hingga 5 kali. Saat anak saya sudah hapal baru saya pindah ke ayat ayat lainnya.
Hal yang hampir sama berlaku untuk sebuah pelajaran, namun dengan sedikit penekanan atau fokus pada hal-hal sebagai berikut :
Cara menghapal yang efektif
1. Catat Kata Kunci dan Poin Penting
Point pertama merujuk pada hasil penelitian Dr. Virginia Berninger dari University of Washington, yang telah terpublikasikan dalam Journal of Learning Disabilities. Beliau mengungkap fakta bahwa menulis tangan mengaktifkan lebih banyak area otak yang berhubungan dengan memori dan pemahaman. Oleh sebab itu, beliau merekomendasikan 2 hal penting yaitu
- Catat kata kunci penting, bukan seluruh kalimat
- Gunakan warna berbeda untuk tiap kata yang penting
2. Ulangi dengan Jeda Waktu (Spaced Repetition)
Psikolog Dr. Hermann Ebbinghaus dalam bukunya Memory: A Contribution to Experimental Psychology menemukan konsep forgetting curve. Maksudnya ada kecenderungan otak manusia itu melupakan informasi jika tidak diulang.
Nah untuk solusinya bagi seorang pelajar cuma 2, yaitu baca ulang catatan secara rutin, dan hindari memaksa menghapal semalamam.
3. Gunakan Metode Tanya Jawab (Active Recall)
Menurut Dr. Henry L. Roediger III dari Washington University in St. Louis, metode active recall jauh lebih efektif daripada membaca ulang pasif. Penelitian beliau tentang Test-Enhanced Learning yang sudah terpublikasikan dalam jurnal Psychological Science, membuktikan bahwa menjawab pertanyaan memperkuat memori jangka panjang.
4. Menghafal Bersama dan Berdiskusi
Seorang tokoh psikologi Dr. Lev Vygotsky, melalui bukunya Mind in Society (Harvard University Press), menegaskan bahwa proses belajar secara bersama akan membantu pemahaman seseorang lebih mendalam.
Oleh karena itu sangat dianjurkan bagi seorang pelajar kegiatan belajar dan diskusi bersama sering mereka lakukan. Musababnya proses belajar bersama itu akan memicu emosi positif dan membantu otak memproses ulang informasi.
5. Gunakan Teknik Jembatan Keledai
Pemenang Nobel Dr. Eric Kandel menjelaskan bahwa memori terbentuk melalui penguatan koneksi sinapsis, terutama ketika informasi itu berkaitan dengan asosiasi unik.
Penjelasannya ini termuat dalam jurnal Science dan Nature dan dalam buku Principles of Neural Science.
Contoh konkritnya, seperti ketika kita hendak menghapal 16 digit voucher pulsa. Cek 16 nomor digit itu, adakah angka berurutan atau angka yang bersinggungan dengan kelahiran diri sendiri.
Setelah ketemu lihat angka berikutnya apakah hasil tambah atau pengurangan dari angka sebelumnya. Cara menghapal seperti ini sering saya praktekan khususnya ketika mengingat angka yang lumayan panjang tanpa sekalipun mencatat.
6. Fokus Satu Materi dalam Satu Waktu
Dr. Earl K. Miller profesor neurosains dari MIT, dalam penelitiannya di jurnal PNAS, menegaskan bahwa multitasking menurunkan kinerja memori. Beliau membeberkan fakta bahwa otak manusia bekerja paling optimal saat cuma ada satu materi.
7. Ubah Materi Menjadi Cerita
Menurut Dr. Uri Hasson dari Princeton University, sebuah cerita mampu mengaktifkan banyak area otak sekaligus. Penelitiannya tentang neural coupling yang terpublikasikan dalam jurnal Neuron menunjukkan bahwa storytelling akan lebih mudah orang pahami dan ingat. Apalagi jika cerita itu cukup menghibur, maka dengan sekali dengar saja akan langsung bisa kita ingat selamanya.
8. Gunakan Visualisasi
Visualisasi merupakan sebuah gambar yang bisa kita lihat secara langsung entah itu berbentuk tulisan atau gambar. Menurut teori Dual Coding dari Dr. Allan Paivio, yang beliau publikasikan dalam buku Mental Representations, menyatakan bahwa otak manusia menyimpan informasi visual dan verbal secara terpisah. Jadi menggabungkan teks dan gambar akan memperkuat memori manusia .
9. Konsumsi Makanan Bergizi untuk Otak
Ahli neurosains Dr. Lisa Mosconi dalam bukunya Brain Food (Weill Cornell Medical College) menjelaskan bahwa nutrisi punya peran besar dalam fungsi memori manusia. Oleh karena itu selalu konsumsi makanan yang mendukung daya ingat, semisal Buah dan sayur, Ikan berlemak, Kacang-kacangan.
10. Tidur dan Istirahat yang Cukup
Dr. Matthew Walker, profesor neurosains dari University of California, Berkeley, dalam bukunya Why We Sleep, menjelaskan bahwa tidur sangat penting dalam proses konsolidasi memori.
Lebih lanjut beliau ungkapkan tanpa tidur yang cukup (minimal 8 jam) otak manusia sulit menyimpan informasi itu ke memori jangka panjang.
Kesimpulan
Menghafal dengan cepat dan efektif bukan soal bakat, bukan juga soal pintar atau bodoh melainkan soal memahami cara kerja otak. Penelitian para ahli otak membuktikan bahwa strategi yang tepat, pola belajar sehat, nutrisi seimbang, dan istirahat cukup adalah kunci utama agar kita memiliki daya ingat yang kuat.
Dengan menerapkan metode di atas secara konsisten, kemampuan menghafal dapat meningkat secara signifikan dan bertahan lama.

